Penuh Haru! Tali Kasih Dharma Santi Parigi Selatan Sentuh Warga Kurang Mampu

Wayan Pandi 29 Mar 2026

Kegiatan Dharma Shanti yang dilaksanakan di Desa Nambaru dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian tali kasih kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh yang sebelumnya telah diselenggarakan pada Rabu (18/3/2026) di Lapangan SD Desa Tindaki.

PARIGI MOUTONG – Kegiatan Dharma Santi yang digelar umat Hindu di Desa Nambaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (28/3/2026), tak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Nyepi, tetapi juga menghadirkan aksi sosial melalui pembagian tali kasih kepada masyarakat kurang mampu lintas agama.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Adat Pura Tri Hita Candra ini menjadi bukti nyata kepedulian lintas umat dalam membangun kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Tali kasih ini diberikan tanpa memandang latar belakang agama, karena pada dasarnya semua umat manusia adalah satu keluarga besar yang harus saling peduli dan membantu.

Dharma Santih ini dibuka secara resmi oleh Camat Parigi Selatan, Ir. I Nyoman Adi Susmanta, S.T., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antar umat beragama.

“Kebersamaan, toleransi, dan keharmonisan adalah kunci utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan sejahtera,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PHDI Kabupaten Parigi Moutong I Made Yastina, Ketua WHDI Kabupaten Ni Wayan Leli Pariani, S.H., pengurus PHDI Kecamatan Parigi Selatan dan Desa Nambaru, prajuru adat, penyuluh agama Hindu, Ketua Peradah Kabupaten dan Kecamatan, hingga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. I Nyoman Slamet,S.Pd., M.Si.

Dalam rangkaian acara, hikmah Nyepi disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong Ni Made Suarini, S.Pd. yang menekankan makna mendalam Hari Raya Nyepi sebagai momentum introspeksi diri.

“Nyepi bukan sekadar ritual, tetapi saat yang tepat untuk refleksi diri dan memperbaiki kualitas hidup menuju keseimbangan lahir dan batin,” jelasnya.

Kegiatan tahun ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju” yang menegaskan pentingnya persatuan universal dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain pembagian tali kasih, dalam kegiatan ini juga diserahkan hadiah kepada para pemenang lomba ogoh-ogoh yang sebelumnya digelar pada Rabu (18/3/2026) di lapangan SD Desa Tindaki.

Lomba tersebut diselenggarakan oleh Peradah Kecamatan Parigi Selatan dengan diikuti enam pengempon pura, yakni Pura Agung Wijasari, Pura Agung Tri Hita Candra, Pura Agung Bumi Natha, Pura Tirta Trineyana, Pura Tri Hita Karana, dan Pura Agung Jagat Krama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan semakin kuat, serta mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis sesuai ajaran Tri Hita Karana.

👁 6,395 👍 0 ❤️ 0 😂 0 😮 0 💬 0 komentar

Bagikan Artikel

Facebook Twitter WhatsApp

Berita Terkait

Iklan