STAH Dharma Sentana Sulteng Bahas Potensi Kerja Sama Strategis dengan APINDO Sulawesi Tengah
Darsana Tv, Palu 04 Maret 2026 – Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah membahas potensi kerja sama strategis bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah da...
Darsana Tv, Palu 04 Maret 2026 – Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah membahas potensi kerja sama strategis bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Tengah dalam rangka mendukung pengembangan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, Dr. Agus Budi Wirawan, S.T., M.Si., bersama jajaran pengelola kampus. Kegiatan ini juga didampingi oleh Ketua Yayasan Dharma Kerti Sulawesi Tengah, I Nyoman Kormek, SE., M.Si., serta pengelola STAH Dharma Sentana yaitu Wakil Ketua 3, I Wayan Mudita, S. E., M. Si, Kajur Dharma Duta Dr I Nyoman Slamet, S.Pd. M.Si, Kaprodi Ekonomi (EKH) I Made Suarnada, S.E, M.Si, SekProdi Ekonomi Ni Putu Mahyoni,S.M.,M.M, I Komang Kartia, S.Pd., M.M, Dosen Prodi Pariwisata Budaya dan Keagamaan dan Agus Kartika sebagai perwakilan mahasiswa. Sementara itu, Ketua APINDO Sulawesi Tengah, Bapak Chandra Wijaya didampingi juga oleh jajaran pengurusnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan, khususnya berkaitan dengan Program Studi Pariwisata dan Budaya Keagamaan serta Program Studi Ekonomi Hindu (EKH) di STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah.
Ketua STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, Dr. Agus Budi Wirawan, menyampaikan bahwa kerja sama dengan dunia usaha menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing dan berkontribusi di masyarakat. Menurutnya, sinergi antara institusi pendidikan dan sektor industri dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis serta memperluas wawasan di bidang pariwisata, budaya, dan ekonomi.
Sementara itu, Pengurus APINDO Sulawesi Tengah, Chandra Wijaya, menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan memberikan sejumlah saran untuk mendukung implementasi kerja sama ke depan. Ia menyarankan agar kerja sama antara STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah dan APINDO Sulawesi Tengah nantinya dituangkan secara resmi melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar pelaksanaan berbagai program kolaborasi.

Selain itu, Chandra Wijaya juga mengusulkan agar STAH Dharma Sentana dapat mengembangkan inkubator usaha di lingkungan kampus sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kewirausahaan, khususnya dalam menciptakan usaha-usaha kreatif yang berkaitan dengan potensi lokal.
Dalam bidang pariwisata, ia mendorong agar potensi sumber daya alam yang dimiliki Sulawesi Tengah dapat dimaksimalkan dan dikembangkan secara lebih inovatif. Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berfokus pada keindahan alam, tetapi juga perlu didukung dengan berbagai kegiatan kreatif yang dapat menarik minat wisatawan.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah mengadakan lomba kuliner makanan lokal khas Kota Palu sebagai upaya memperkenalkan kekayaan kuliner daerah sekaligus mendorong pelaku usaha lokal untuk berinovasi. Selain itu, mahasiswa STAH Dharma Sentana juga dinilai memiliki peluang untuk dilibatkan secara langsung dalam pengembangan sektor pariwisata, misalnya dengan direkrut sebagai pemandu wisata (tour guide) di berbagai destinasi wisata di Sulawesi Tengah.
Lebih lanjut, ia juga mengusulkan agar dikembangkan pementasan seni pertunjukan seperti sendratari yang mengangkat kisah tempat-tempat bersejarah maupun budaya daerah di Sulawesi Tengah. Pertunjukan tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus menjadi sarana pelestarian nilai-nilai tradisi lokal.
Melalui berbagai gagasan tersebut, diharapkan kerja sama antara STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah dan APINDO Sulawesi Tengah dapat menghasilkan program-program konkret yang tidak hanya mendukung pengembangan pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya daerah di Sulawesi Tengah.
Tulis Komentar