Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa Menjadi Keynote Speaker dalam Seminar Nasional Puncak Dies Natalis ke-18 STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah
Puncak perayaan Dies Natalis ke-18 STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah dirangkaikan dengan pelaksanaan Seminar Nasional pada 04 Juli 2026 yang mengangkat tema “Sinergi Dunia Pendidikan, Keuangan, dan...
Puncak perayaan Dies Natalis ke-18 STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah dirangkaikan dengan pelaksanaan Seminar Nasional pada 04 Juli 2026 yang mengangkat tema “Sinergi Dunia Pendidikan, Keuangan, dan Pariwisata dalam Menciptakan Entrepreneur Muda Nusantara.” Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan strategis, di antaranya OJK Sulawesi Tengah, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan APINDO Sulawesi Tengah.
Seminar nasional tersebut menghadirkan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, sebagai keynote speaker. Jalannya kegiatan dipandu oleh moderator, Ni Wayan Putri Selviani, S.Pd., M.M., yang membawa suasana diskusi berlangsung interaktif, inspiratif, dan penuh antusiasme peserta.
Dalam pemaparannya, Wakil Menteri Pariwisata menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan sektor pariwisata di masa depan yang menuntut kreativitas, inovasi, serta karakter kuat dari generasi muda.
“Pariwisata tidak hanya memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu mendorong perkembangan UMKM serta berbagai sektor usaha lainnya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Ni Luh Puspa juga menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-18 STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah serta mengapresiasi kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Ketua APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, turut memberikan pandangannya mengenai potensi lokal sebagai peluang pengembangan ekonomi dan pariwisata. Ia mengajak mahasiswa STAH Dharma Sentana untuk melihat warisan megalitik Sulawesi Tengah tidak hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai aset budaya yang memiliki nilai ekonomi dan potensi pariwisata yang besar.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, APINDO menghadirkan arkeolog Iksam Djorimi yang memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai warisan megalitik Sulawesi Tengah. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa kawasan Megalitik Lore Lindu telah masuk dalam tentative list Warisan Dunia UNESCO pada 15 April 2025. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif generasi muda dalam menjaga, mempromosikan, dan mengembangkan potensi budaya tersebut.
Selain itu, sebagai bentuk penguatan literasi keuangan bagi generasi muda, Bursa Efek Indonesia (BEI) turut memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan bagi generasi muda yang disampaikan oleh Putri Irnawati. Materi tersebut menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak sebagai fondasi dalam membangun masa depan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, OJK Sulawesi Tengah melalui Endang Dwi Lestari Muris juga memberikan edukasi terkait pentingnya investasi untuk masa depan yang gemilang. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya pemahaman investasi sejak dini agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, cerdas, dan berkelanjutan.
Pelaksanaan seminar nasional ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, sektor keuangan, dan industri pariwisata dalam mencetak entrepreneur muda Nusantara yang unggul, adaptif, kreatif, serta memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.
Tulis Komentar