PERKUAT SDM PARIWISATA SULTENG, STAH DHARMA SENTANA SULAWESI TENGAH GELAR AUDIENSI STRATEGIS DENGAN DINAS PARIWISATA

INEA 13 Mar 2026

DARSANA TV, Palu, 24 Februari 2026 – Sektor pariwisata Sulawesi Tengah bersiap memasuki era baru yang lebih kompetitif dan mendunia. Langkah strategis ini diawali dengan audiensi penting antara Sekola...

DARSANA TV, Palu, 24 Februari 2026 – Sektor pariwisata Sulawesi Tengah bersiap memasuki era baru yang lebih kompetitif dan mendunia. Langkah strategis ini diawali dengan audiensi penting antara Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah dan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (24/2). Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua STAH, Dr. Agus Budi Wirawan, S.T., M.Si., dan disambut hangat oleh Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Dra. Diah Agustiningsih, M.Pd, ini menjadi fondasi kuat dalam menyelaraskan dunia akademik dengan kebutuhan industri pariwisata daerah yang sedang berkembang pesat.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agus Budi Wirawan memperkenalkan jajaran tokoh akademisi serta keunggulan institusinya yang kini tengah bertransformasi menuju status Institut. Ketua Jurusan Dharma Duta, Dr. I Nyoman Slamet, S.T., M.Si, menegaskan bahwa Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan (PBK) di STAH hadir untuk umum dan bersifat inklusif, bukan hanya terbatas pada satu agama saja. Dengan akreditasi program studi yang telah menyandang predikat B, Adapun dosen Pariwisata antara lain Audiensi ini dihadiri pula oleh dosen dan staf prodi lainnya, termasuk I Komang Kartia, S.Pd., M.M, Komang Triawati, S.Pd., M.Pd, serta perwakilan Prodi Ekonomi Hindu, Ni Putu Mahyoni, S.M., M.M. STAH berkomitmen mencetak lulusan yang siap bersaing, seiring dengan visi pengembangan Prodi Ekonomi Hindu saat Audensi. Menanggapi hal tersebut, Kadispar Sulteng, Dra. Diah Agustiningsih, memaparkan kabar gembira mengenai rencana pembukaan rute penerbangan internasional pertama Palu-Bouanco pada April mendatang. Momentum ini dianggap sebagai tantangan besar yang memerlukan kesiapan SDM di bidang hospitality dan kepemanduan yang bersertifikasi. Dinas Pariwisata saat ini sedang membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk uji kompetensi pemandu wisata, dan mengajak mahasiswa STAH untuk mengambil peran aktif guna mengisi kebutuhan tenaga kerja profesional yang mampu membawa citra positif bagi Sulawesi Tengah.

Dialog kemudian berkembang pada pentingnya lima pilar pengembangan pariwisata yang meliputi pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga media promosi. Kadispar menekankan bahwa di era digital ini, kolaborasi dengan mahasiswa sebagai kaum milenial sangatlah krusial, terutama dalam promosi destinasi melalui konten kreatif. Keberhasilan destinasi Paisu Pok yang viral hingga ke mancanegara meski infrastrukturnya belum memadai menjadi bukti nyata bahwa kekuatan media sosial dan pemanfaatan teknologi seperti AI mampu meningkatkan kunjungan secara signifikan. Lebih lanjut, kolaborasi lapangan menjadi titik tekan diskusi, di mana Kaprodi Pariwisata, I Gede Adiyana Putra, S.Pd., M.Pd, mengharapkan adanya akses lebih luas bagi mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan PPL yang terintegrasi di kedinasan. Penguatan sisi praktis ini didukung penuh oleh para dosen senior seperti Hj. Norma Mardjanu, SH., M.Si., M.H, dan Dr. Drs. Suaeb Djafar, M.Si, yang menyoroti pentingnya pembinaan manusia, usaha, dan lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga warisan budaya lokal seperti budaya Kaili sembari mempromosikannya ke level internasional.

Suasana audiensi semakin inspiratif ketika Ibu Kadispar memberikan pesan moral kepada para mahasiswa untuk fokus pada pengalaman dan kemanfaatan bagi sesama. Beliau menekankan prinsip bahwa ketika melihat peluang, jangan hanya melihat materi di awal, melainkan jalani prosesnya dengan tekun. Sebagai bentuk dukungan nyata, Dra. Diah Agustiningsih menyatakan kesiapannya untuk hadir di kampus STAH memberikan kuliah umum dan berbagi ilmu praktis guna merubah mindset masyarakat dalam mengelola potensi wisata desa seperti Kampung Salena maupun kawasan Megalit Lore Lindu.

Pertemuan strategis ini ditutup dengan semangat kebersamaan yang tinggi antara pihak akademisi dan pemerintah. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada audiensi formal, tetapi berlanjut menjadi kerja sama berkelanjutan dalam hal penelitian, pengembangan destinasi, hingga pemasaran digital. Dengan keterlibatan aktif keluarga besar STAH Dharma Sentana, masa depan pariwisata Sulawesi Tengah optimis akan tumbuh lebih unggul, berbudaya, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

👁 215 👍 0 ❤️ 1 😂 0 😮 0 💬 3 komentar

Bagikan Artikel

Facebook Twitter WhatsApp
Edi Arianto
Edi Arianto
Oke
1 month ago
Edi Arianto
Edi Arianto
Oke aman
1 month ago
M
mahasiswa
apa
1 month ago

Berita Terkait

Iklan