Heritage Immersion Program: Eksplorasi Seni Budaya Lokal Sulawesi Tengah

Wayan Pandi 12 Apr 2026

Towale, 12 April 2026 — Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai budaya lokal, mahasiswa Program Studi PGSD semester 4 melaksanakan kegiatan Heritage Immersion Program dengan te...

Towale, 12 April 2026 — Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai budaya lokal, mahasiswa Program Studi PGSD semester 4 melaksanakan kegiatan Heritage Immersion Program dengan tema “Eksplorasi Seni Budaya Lokal Sulawesi Tengah: Mengenal dan Mengapresiasi Kearifan Lokal sebagai Sumber Pembelajaran dalam Menumbuhkan Karakter, Wawasan Budaya, dan Nilai-Nilai Luhur Bangsa.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah yang diampu oleh Ibu Ni Wayan Putri Selviani, S.Pd., M.M., yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa di lapangan. Program ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam konteks nyata sebagai bekal mereka menjadi pendidik di masa depan.

Kegiatan dilaksanakan melalui kunjungan lapangan ke Desa Towale, Kabupaten Donggala, yang dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian budaya lokal, khususnya kerajinan tenun tradisional Donggala yang telah ada sejak zaman dahulu. Tenun khas Donggala memiliki nilai seni yang tinggi serta menjadi salah satu identitas budaya unggulan di Sulawesi Tengah.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan eksplorasi langsung terhadap proses pembuatan tenun, mulai dari pengenalan bahan, teknik menenun, hingga pemahaman makna filosofis dari setiap motif. Selain itu, mahasiswa juga berinteraksi langsung dengan para pengrajin lokal untuk menggali informasi terkait nilai budaya dan proses pelestariannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan wawasan budaya, menumbuhkan karakter, serta memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal. Pengalaman ini juga menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengajar nantinya, sehingga mereka dapat mengenalkan dan menanamkan nilai budaya kepada peserta didik sejak dini.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi pembelajaran kontekstual, di mana mahasiswa diajak untuk belajar langsung dari lingkungan dan budaya masyarakat. Dengan demikian, diharapkan lahir calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya bangsa.

👁 394 👍 0 ❤️ 0 😂 0 😮 0 💬 0 komentar

Bagikan Artikel

Facebook Twitter WhatsApp

Berita Terkait

Iklan