Hangat dan Harmonis, Dharma Santi Nyepi di Rumkit Dr. Sindhu Trisno Satukan Keberagaman
Kepala Rumah Sakit Dr. SIndhu Trisno, Bapak Letkol Ckm Dr. dr. Marles Edy Wanto Haloho, M.Kes menyerahkan tali kasih pada kegiatan Dharma Santi dalam rangka Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Dharma Santi dalam rangka Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Rumah Sakit Tingkat III Dr. Sindhu Trisno Kesdam XXIII/Palaka Wira digelar dengan penuh khidmat di aula rumah sakit, Selasa (13/3/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan Solidaritas sebagai Perekat Persaudaraan dan Keberagaman di Rumah Sakit Tentara Dr Sindhu.”
Acara berlangsung hangat dan sarat makna, dihadiri oleh jajaran pimpinan serta seluruh pegawai rumah sakit lintas agama dan latar belakang.
Hikmah Nyepi disampaikan oleh Ketua STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah Dr. Agus Budi Wirawan, S.T., M.Si.. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa Hari Raya Nyepi merupakan momentum penting untuk melakukan introspeksi diri.
Ia mengajak seluruh peserta untuk mengendalikan ego, mengurangi rasa iri hati, serta menahan amarah dalam diri, sehingga tercipta ketenangan batin dan hubungan sosial yang lebih harmonis di lingkungan kerja.
“Melalui Nyepi, kita belajar melihat ke dalam diri sendiri, memperbaiki sikap, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan seni tari dari Sanggar Puspa Nusantara yang membawakan Tari Cilinaya, Tari Puspanjali, dan Tari Manuk Rawa. Selain itu, Tari Margapati turut dipentaskan oleh Sanggar Lingga Swara yang memukau para hadirin.
Panitia pelaksana, Ida Bagus Putu Widya, S.Kep, turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh karyawan Rumkit yang telah membantu persiapan kegiatan.
Ia menegaskan bahwa dukungan tidak hanya datang dari karyawan beragama Hindu, tetapi juga dari karyawan non-Hindu yang ikut berpartisipasi demi suksesnya acara.
Kepala rumah sakit Letkol Ckm Dr. dr. Marles Edy Wanto Haloho, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga keharmonisan serta mempererat persaudaraan sejati di tengah keberagaman.
Ia menegaskan bahwa perbedaan ras, bahasa daerah, maupun agama bukanlah penghalang dalam membangun kehidupan yang rukun.
“Perbedaan justru menjadi kekuatan jika kita saling menghormati, saling membantu, dan membangun solidaritas sosial yang kokoh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh perbedaan harus diikat dengan tali persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan antar sesama karyawan rumah sakit.
Sebagai bentuk kepedulian, dalam kegiatan tersebut juga diberikan tali kasih kepada karyawan cleaning service lintas agama di lingkungan Rumkit Dr. Sindhu Trisno.
Kegiatan Dharma Santi ini pun ditutup dengan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, mencerminkan nilai-nilai toleransi serta keharmonisan yang kuat di lingkungan rumah sakit.
Tulis Komentar