Bangun SDM Unggul, Prodi Pariwisata STAH Dharma Sentana Gandeng Dinas Pariwisata Sulteng Lewat Penanda Tanganan MOU
Dunia pariwisata Sulawesi Tengah kini memasuki babak baru yang penuh optimisme melalui langkah taktis Program Studi Pariwisata STAH Dharma Sentana. Bertempat di kantor Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, kedua belah pihak secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) tersebut di tanda tangani oleh kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah yakni Dra. Diah Agustiningsih,M.Pd dan Ketua STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah Dr. Agus Budi Wirawan, ST., M.Si dengan MoU nomor 317/STAH.DS/PP.00.9/IV/2026 dan nomor 100.3.7/188/Sekretariat
DARSANA NEWS, Palu, 07 April 2026 Dunia pariwisata Sulawesi Tengah kini memasuki babak baru yang penuh optimisme melalui langkah taktis Program Studi Pariwisata STAH Dharma Sentana. Bertempat di kampus STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah, kedua belah pihak secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tersebut di tanda tangani oleh kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah yakni Dra. Diah Agustiningsih, M.Pd dan Ketua STAH Dharma Sentana Sulawesi Tengah Dr. Agus Budi Wirawan, ST., M.Si dengan MoU nomor 317/STAH.DS/PP.00.9/IV/2026 dan nomor 100.3.7/188/Sekretariat sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sinergi ini lahir dari kesadaran bersama bahwa pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan harus didukung oleh tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan selaras dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan ruang lingkup Perjanjian Kerjasama ini meliputi pengembangan Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat sesuai dengan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Langkah perdana dari kolaborasi ini akan segera diwujudkan melalui agenda besar di Kabupaten Poso pada bulan Agustus mendatang. Mahasiswa STAH Dharma Sentana dijadwalkan akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) secara terpadu. Penempatan mahasiswa tidak dilakukan secara acak, melainkan difokuskan pada lokasi-lokasi strategis destinasi wisata guna memastikan bahwa program kerja yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi percepatan pembangunan pariwisata di daerah tersebut.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung dinamis, ditekankan pentingnya penguatan sinergi melalui pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, komunitas, hingga media. Pola kolaborasi ini diyakini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih hidup dan relevan. Dengan menggandeng berbagai pihak, mahasiswa pariwisata STAH Dharma Sentana tidak hanya mendapatkan asupan teori di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman lapangan yang sesuai dengan standar profesional dunia kerja.
Salah satu poin revolusioner dalam kerja sama ini adalah fokus pada pengembangan SDM berbasis kompetensi praktis dan sertifikasi resmi. Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk memfasilitasi berbagai pelatihan yang bertujuan mengasah keahlian mahasiswa. Dengan adanya sertifikasi resmi, lulusan STAH Dharma Sentana diharapkan memiliki nilai tawar yang tinggi dan pengakuan secara nasional, sehingga mereka siap terserap ke dalam industri pariwisata yang semakin kompetitif.
Menariknya, program ini juga mencakup pemetaan potensi destinasi dan ekonomi kreatif sebagai landasan penyusunan program kerja mahasiswa. Secara khusus, mahasiswa akan dibekali keterampilan yang selaras dengan dominasi industri jasa perhotelan saat ini. Hal ini diperkuat dengan rencana pengembangan kurikulum berbasis industri yang melibatkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Penyesuaian kurikulum secara berkala ini bertujuan untuk menutup celah antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil di lapangan.
Tak hanya soal hotel dan destinasi, kerja sama ini juga membawa misi besar untuk merevitalisasi sektor usaha travel wisata di Sulawesi Tengah yang sempat mengalami penurunan. Melalui inovasi program, promosi digital yang segar, dan kolaborasi lintas sektor, mahasiswa ditantang untuk menjadi motor penggerak bangkitnya agen perjalanan wisata di Sulteng. Kreativitas mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan paket-paket wisata unik yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sebagai penutup, kerja sama strategis ini menjadi tonggak sejarah bagi STAH Dharma Sentana dalam mewujudkan visi pendidikan yang berdampak. Dengan adanya evaluasi rutin yang melibatkan pihak industri dan pemerintah, kualitas lulusan akan terus terjaga dan meningkat. Melalui penandatanganan MoU ini, diharapkan lahir generasi emas pariwisata Sulawesi Tengah yang profesional, berintegritas, dan mampu membawa kekayaan potensi daerah menuju panggung dunia secara berkelanjutan
Tulis Komentar