Iklan

Peserta Sarasehan UDG Sulteng XVI Diajak Jadi Laskar Rupiah melalui Sosialisasi 5J dan 3D

Wayan Pandi 04 Jul 2026

PALU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah mengajak peserta Serasehan UDG Sulawesi Tengah XVI menjadi bagian dari Laskar Rupiah melalui sosialisasi program Cinta, Bangga, da...

PALU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah mengajak peserta Serasehan UDG Sulawesi Tengah XVI menjadi bagian dari Laskar Rupiah melalui sosialisasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merawat uang Rupiah agar tetap layak edar sekaligus mengenali keasliannya untuk mencegah peredaran uang palsu.

Sosialisasi dilaksanakan dalam rangkaian Sarasehan Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Sulawesi Tengah XVI di Gedung Milana Graha Sabha, kawasan Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha, Palu, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan menghadirkan Ganjar Kelana dari Seksi Kehumasan Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tengah serta dua anggota Laskar Rupiah, Hasrudin dan Nurul Aisyah Syahrani, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Hasrudin dan Nurul Aisyah Syahrani menegaskan bahwa Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas dan keaslian Rupiah.

"Melalui program Laskar Rupiah, Bank Indonesia ingin membangun kesadaran masyarakat agar semakin mencintai, bangga, dan memahami Rupiah. Edukasi ini diharapkan dapat melahirkan agen-agen literasi yang mampu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas," ujar narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip 5J dalam memperlakukan uang Rupiah, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. Penerapan prinsip tersebut penting untuk menjaga kondisi fisik uang sehingga tetap layak edar dan memiliki masa penggunaan yang lebih panjang.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai metode 3D untuk mengenali keaslian uang Rupiah, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Metode sederhana ini dapat dilakukan masyarakat saat bertransaksi untuk membedakan uang asli dengan uang palsu.

Hasrudin dan Nurul Aisyah Syahrani juga mengajak peserta menjadi pelopor edukasi Rupiah di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Menurut mereka, semakin banyak masyarakat yang memahami cara merawat dan mengenali keaslian Rupiah, semakin kuat pula upaya menjaga martabat mata uang nasional.

Melalui sosialisasi tersebut, Bank Indonesia berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas Rupiah terus meningkat, sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu. Program Laskar Rupiah juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan menggunakan Rupiah dengan baik sebagai wujud cinta terhadap simbol kedaulatan bangsa.

Sarasehan UDG Provinsi Sulawesi Tengah XVI dihadiri oleh Pembimbing Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua dan Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi dan kabupaten/kota, Ketua dan Pengurus Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi dan kabupaten/kota, serta panitia UDG Provinsi Sulawesi Tengah XVI.

👁 232 👍 0 ❤️ 0 😂 0 😮 0 💬 0 komentar

Bagikan Artikel

Facebook Twitter WhatsApp

Berita Terkait

Iklan